Jumat, 05 Agustus 2016

Stress

Kelompok : 
Alfred Deardo    (10514828)
Diajeng Asi Rosiana   (12514968)
Fakar Nuansa Pekerti   (13514906)
Farhan Alamsyah       (13514949)
Kerry Sarafina Nadita   (15514816)
Mohammad Imadudin Abduro                 (16514796)
Nauval Muhammad Zikri Kush             (17514870)
Qhosim Nurshalhi               (18514643)
Rafaela Putri E.               (18514732)
Reanne Adhitta Putri   (18514976)
Ulfa Juniati    (1A514921)
Kelas : 2PA18


Stress
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.
Menurut Robbins (2001) stress juga dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang. Dan apabila pengertian stress dikaitkan dengan penelitian ini maka stress itu sendiri adalah suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik atau psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun dari luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka.
Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif, apresiasi stress menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan, menyiagakan atau mambuat aktif organisme.
Sedangkan menurut Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.
Arti Penting Strees :
Stress menurut Hans Selye 1976 merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan itu, maka tubuh akan berespon dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stress. Respons atau tindakan ini termasuk respons fisiologis dan psikologis.
v  Efek-efek stress menurut Hans selye :
Stress dapat menyebabkan perasaan negatif atau yang berlawanan dengan apa yang diinginkan atau mengancam kesejahteraan emosional. Stress dapat menggangu cara seseorang dalam menyerap realitas, menyelesaikan masalah, berfikir secara umum dan hubungan seseorang dan rasa memiliki. Terjadinya stress dapat disebabkan oleh sesuatu yang dinamakan stressor,stressor ialah stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan. Stressor secara umum dapat diklasifikasikan sebagai stressor internal atau eksternal.Stressor internal berasal dari dalam diri seseorang (mis. Kondisi sakit,menopause, dll ). Stressor eksternal berasal dari luar diri seseorang atau lingkuangan (mis. Kematian anggota keluarga, masalah di tempat kerja, dll ).
v  Faktor-faktor individual dan sosial yang menjadi penyebab stress :
Ø  Sumber-sumber stress didalam diri seseorang : Kadang-kadang sumber stress itu ada didalam diri seseorang. Salah satunya melalui kesakitan. Tingkatan stress yang muncul tergantung pada rasa sakit dan umur inividu(sarafino,1990). Stress juga akan muncul dalam seseorang melalui penilaian dari kekuatan motivasional yang melawan, bila seseorang mengalami konflik. Konflik merupakan sumber stress yang utama.
Ø  Sumber-sumber stress di dalam keluarga : Stress di sini juga dapat bersumber dari interaksi di antara para anggota keluarga, seperti : perselisihan dalam masalah keuangan, perasaan saling acuh tak acuh, tujuan-tujuan yang saling berbeda dll. Misalnya : perbedaan keinginan tentang acara televisi yang akan ditonton, perselisihan antara orang tua dan anak-anak yang menyetel tape-nya keras-keras, tinggal di suatu lingkungan yang terlalu sesak, kehadiran adik baru. Khusus pada penambahan adik baru ini, dapat menimbulkan perasaan stress terutama pada diri ibu yang selama hamil (selain perasaan senang, tentu), dan setelah kelahiran. Rasa stress pada ayah sehubungan dengan adanya anggota baru dalam keluarga, sebagai kekhawatiran akan berubahnya interaksi dengan ibu sebagai istrinya atau kekhawatiran akan tambahan biaya. Pra orang tua yang kehilangan anak-anaknya atau pasanganya karena kematian akan merasa kehilangan arti (sarafino,1990).
Ø  Sumber-sumber stress didalam komunitas dan lingkungan : interaksi subjek diluar lingkungan keluarga melengkapi sumber-sumber stress. Contohnya : pengalaman stress anak-anak disekolah dan di beberapa kejadian kompetitif, seperti olahraga. Sedangkan beberapa pengalaman stress oang tua bersumber dari pekerjaannya, dan lingkungan yang stressful sifatnya. Khususnya ‘occupational stress’ telah diteliti secra luas.
Ø  Pekerjaan dan stress : Hampir semua orang didalam kehidupan mereka mengalami stress sehubungan denga pekerjaan mereka. Tidak jarang situasi yang ‘stressful’ ini kecil saja dan tidak berarti, tetapi bagi banyak orang situasi stress itu begitu sangat terasa dan berkelanjutan didalam jangka waktu yang lama. Faktor-faktor yang membuat pekerjaan itu ‘stressful’ ialah :
1.      Tuntutan kerja : pekerjaan yang terlalu banyak dan membuat orang bekerja terlalu keras dan lembur, karena keharusan mengerjakannya.
2.      Jenis pekerjaan : jenis pekerjaan itu sendiri sudah lebih ‘stressful’ dari pada jenis pekerjaan lainnya. Pekerjaan itu misalnya : jenis pekerjaan yang memberikan penilaian atas penampilan kerja bawahannya (supervisi), guru, dan dosen.
3.      Pekerjaan yang menuntut tanggung jawab bagi kehidupan manusia : contohnya tenaga medis mempunyai beban kerja yang berat dan harus menghadapi situasi kehidupan dan kematian setiap harinya. Membuat kesalahan dapat menimbulkan konsekuensi yang serius.
Menurut Sarafino (1990) stress kerja dapat disebabkan karena :
a.       Lingkungan fisik yang terlalu menekan
b.      Kurangnya kontrol yang dirasakan
c.       Kurangnya hubungan interpersonal
d.      Kurangnya pengakuan terhadap kemajuan kerja
Ø  Stress yang berasal dari lingkungan : lingkungan yang dimaksud disni adalah lingkungan fisik, seperti : kebisingan, suhu yang terlalu panas, kesesakan, dan angin badai (tornado,tsunami). Stressor lingkungan mencakup juga stressor secara makro seperti migrasi, kerugian akibat teknologi modern seperti kecelakaan lalu lintas, bencana nuklir (Peterson dkk, 1991) dan faktor sekolah (Graham,1989).
v  The General Adaptation Syndrome (GAS)
Dengan bahasa latin, Hans Selye,M.D. menjelaskan tahapan stress ini dan menyebutkan sebagaiThe General Adaptation Syndrome (GAS), menurut Selye GAS juga terdiri dari 3 tahap :
1.      Reaksi terkejut (alarm reaction) ketika tubuh mulai mendeteksi stimulus dari luar
2.      Adaptasi (adaptation) ketika mengeluarkan perangkat pertahanan melawan sumber stress (stressor).
3.      Kelelahan (exhaustion) ketika tubuh mulai kehabisan daya pertahanannya.
v  Tipe-tipe stress :
1.      Tekanan : hasil hubungan antara peristiwa-peristiwa persekitaran dengan individu. Paras tekanan yang dihasilkan akan bergantung kepada sumber tekanan dan cara individu tersebut bertindak balas. Tekanan mental adalah sebagian daripada kehidupan harian. Ia merujuk kepada kaedah yang menyebabkan ketenangan individu terasa di ancam oleh peristiwa persekitaran dan menyebabkan individu tersebut bertindak balas. Anda boleh mengalami tekanan ketika di tempat kerja, menyesuaikan diri dengan persekitaran baru, atau melalui hubungan sosial. Tekanan mental yang sederhana boleh menjadi pendorong kepada satu-satu tindakan dan pencapaian tetapi kalau tekanan mental anda itu terlalu tinggi, ia boleh menimbulkan masalah sosial dan seterusnya menggangu kesehatan anda.
2.      Frustasi : adalah suatu harapan yang diinginkan dan kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.
3.      Konflik : Berasal dari kata kerja latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
4.      Kecemasan : Banyak pengertian/definisi yang dirumuskan oleh para ahli dalam merumuskan pengertian tentang kecemasan. Beberapa ahli yang mencoba untuk mengemukakan definisi kecemasan, antara lain :
·         Maramis (1995) menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu ketegangan, rasa tidak aman, kekhawatiran, yang timbul karena dirasakan akan mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.
·         Lazarus (1991) menyatakan bahwa kecemasan adalah reaksi individu terhadap hal yang akan dihadapi. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang menyakitkan, seperti kegelisahan, kebingungan, dan sebagainya, yang berhubungan dengan aspek subyektif emosi. Kecemasan merupakan gejala yang biasa pada saat ini, karena itu disepanjang perjalanan hidup manusia, mulai lahir sampai menjelang kematian, rasa cemas sering kali ada.
·         Saranson dan Spielberger (dalam Darmawanti 1998) menyatakan bahwa kecemasan merupakan reaksi terhadap suatu pengalaman yang bagi individu dirasakan sebagai ancaman. Rasa cemas adalah perasaan tidak menentu, panik, takut, tanpa mengetahui apa yang ditakutkan dan tidak dapat menghilangkan perasaan gelisah dan rasa cemas tersebut.
·         Tjakrawerdaya (1987) mengemukakan bahwa kecemasan atau anxietas adalah efek atau perasaan yang tidak menyenangkan berupa ketegangan, rasa tidak aman dan ketakutan yang timbul karena dirasakan akan terjadi sesuatu yang mengecewakan tetapi sumbernya sebagian besar tidak disadari oleh yang bersangkutan.

v  Pendekatan problem solving terhadap stress

Ø  Strategi koping yang spontan mengatasi strees :
Dukungan sosial dan konsep-konsep terkait : beberapa penulis meletakkan dukungan sosial terutama dalam konteks hubungan yang akrab atau ‘kualitas hubungan’ (Winnubst dkk,1988). Menurut Robin & Salovey (1989) perkawinan dan keluarga barangkali merupakan sumber dukungan sosial yang penting. Akrab adalah penting dalam masalah dukungan sosial, dan hanya mereka yang tidak terjalin suatu keakraban berada pada resiko. Para ilmuan lainnya menetapkan dukungan sosial dalam rangka jejaring sosial. Wellman(1985) meletakkan dukungan sosial didalam analisis jaringan yang lebih longgar : dukungan sosial yan hanya dapat dipahami kalau orang tahu tentang struktur jaringan yang lebih luas yang didalamnya seorang terintegrasi. Segi-segi struktural jaringan ini mencangkup pengaturan-pengaturan hidup, frekuensi kontak, keikutsertaan dalam kegiatan sosial, keterlibatan dalam jaringan sosial (Ritter,1988). Rook (1985) menganggap dukungan sosial sebagai satu diantara fungsi pertalian (atau ikatan) sosial. Segi-segi fungsional mencangkup : dukungan emosional, mendorong adanya ungkapan perasaan, pemberian nasehat atau informasi, pemberian bantuan material (Ritter, 1988).  Ikatan-ikatan sosial menggambarkan tingkat dan kualitas umum dari hubungan interpersonal.
Dukungan sosial sebagai ‘kognisi’ atau ‘fakta sosial’ : “Dukungan sosial terdiri dari informasi atau nasehat verbal dan/atau non-verbal, bantuan nyata, atau tindakan yang diberikan oleh keakraban sosial atau didapat karena kehadiran mereka dan mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku bagi pihak penerimaan”(Gottlieb, 1983).
Jenis dukungan sosial :
o   Dukungan emosional
o   Dukungan penghargaan
o   Dukungan instrumental
o   Dukungan informatif

v  Sumber :
Christian,M.2005.Jinakkan stress.Bandung:Nexx Media
Smet,Bart.1994.Psikologi kesehatan.Jakarta:Gramedia

Selasa, 26 April 2016

PSIKOANALISIS

Anggota Kelompok :

• Alfred Deardo(10514828)
• Diajeng Asi Rosiana(12514968)
• Fakar Nuansa Pekerti(13514906)
• Farhan Alamsyah(13514949)
• Kerry Sarafina Nadita(15514816)
• Mohammad Imadudin Abduro(16514796)
• Nauval Muhammad Zikri Kush(17514870)
• Qhosim Nurshalhi(18514643)
• Rafaela Putri E.(18514732)
• Reanne Adhitta Putri(18514976)
• Ulfa Juniati(1A514921)

Kelas : 2PA18

Kesehatan Mental Menurut Teori Psikoanalisa

Sigmund Freud merupakan salah satu tokoh psikoanalisis. Menurut Freud, kehidupan jiwa dibagi memiliki tiga tingkatan kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious) dan tak-sadar (unconscious). Bagi  Freud kehidupan mental dibagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam sadar. Alam tidak sadar dibagi menjadi alam tidak sadar dan alam bawah sadar. Dalam psikologi Freudian ketiga tingkat kehidupan mental ini dipahami, baik sebagai prose maupun lokasi. Menurut Freud seseorang yang memiliki kepribadian yang sehat apabila mampu menilai diri sendiri seecara realistik, mampu menilai situasi secara realistik, mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik, menerima tanggung jawab, kemandirian, dapat mengontrol emosi, berorientasi keluar(ektrovert), penerimaan sosial, berbahagia. Menurutnya mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.

Video : https://m.youtube.com/watch?v=9eIYdsFaMfk

Senin, 21 Maret 2016

Kesehatan Mental

Seseorang bisa dikatakan sehat apabila secara raga dan jiwanya sehat, jika raga seseorang sehat tapi jiwanya tidak, sama saja seperti orang yang sakit. Jiwa yang dimaksudkan disini adalah psikis seseorang, termasuk mentalnya. Itu mengapa adanya kesehatan mental. Karena untuk menjadi sehat secara utuh diperlukan tidak hanya sehat fisik tapi juga sehat mental.

Istilah kesehatan mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental diambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahas latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Mental hygienemerujuk pada pengembangan dan aplikasi seperangkat prinsip-prinsip praktis yang diarahkan kepada pencapaian dan pemeliharaan unsur psikologis dan pencegahan dari kemungkinan timbulnya kerusakan mental atau malajudjusment.

Dalam mendefinisikan kesehatan mental, sangat dipengaruhi oleh kultur dimana seseorang tersebut tinggal. Apa yang boleh dilakukan dalam suatu budaya tertentu, bisa saja menjadi hal yang aneh dan tidak normal dalam budaya lain, dan demikian pula sebaliknya (Sias, 2006). Menurut Pieper dan Uden (2006), kesehatan mental adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang relistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya, serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya. Notosoedirjo dan Latipun (2005), mengatakan bahwa terdapat banyak cara dalam mendefenisikan kesehatan mental (mental hygene) yaitu: 

(1) karena tidak mengalami gangguan mental
(2) tidak jatuh sakit akibat stessor 
(3) sesuai dengan kapasitasnya dan selaras dengan lingkungannya, dan 
(4) tumbuh dan berkembang secara positif.

Kesehatan mental mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.
  • 1.Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
  • 2.Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
  • 3.Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

Sumber :
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kesehatan/



Minggu, 08 November 2015

Spiritual

Spiritual adalah hubungannya dengan Yang Maha Kuasa dan Maha pencipta, tergantung dengan kepercayaan yang dianut oleh individu.

Menurut Burkhardt (1993) spiritual meliputi aspek-aspek :

1)      Berhubungan dengan sesuatau yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan,
2)      Menemukan arti dan tujuan hidup
3)      Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri
4)      Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan yang maha tinggi.

Mempunyai kepercayaan atau keyakinan berarti mempercayai atau mempunyai komitmen terhadap sesuatu atau seseorang. Konsep kepercayaan mempunyai dua pengertian. Pertama kepercayaan didefinisikan sebagai kultur atau budaya dan lembaga keagamaan seperti Islam, Kristen, Budha, dan lain-lain. Kedua, kepercayaan didefinisikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan Ketuhanan, Kekuatan tertinggi, orang yang mempunyai wewenang atau kuasa, sesuatu perasaan yang memberikan alasan tentang keyakinan (belief) dan keyakinan sepenuhnya (action), harapan (hope), harapan merupakan suatu konsep multidimensi, suatu kelanjutan yang sifatnya berupa kebaikan, dan perkembangan, dan bisa mengurangi sesuatu yang kurang menyenangkan. Harapan juga merupakan energi yang bisa memberikan motivasi kepada individu untuk mencapai suatu prestasi dan berorientasi kedepan. Agama adalah sebagai sistem organisasi kepercayaan dan peribadatan dimana seseorang bisa mengungkapkan dengan jelas secara lahiriah mengenai spiritualitasnya. Agama adalah suatu sistem ibadah yang terorganisir atu teratur.

Jadi spiritual adalah ilmu pengetahuan yang memberikan pemahaman yang jelas dan sempurna kedalam keberadaan manusia; hubungannya dengan alam semesta sekelilingnya pada satu pihak dan terhadap sang Pencipta di lain pihak, melalui realitas tertinggi dari kesadaran kecerdasan abadi yang mempersatukan semuanya itu.



Ilmu Spiritual adalah pengetahuan tentang kemampuan melebihi manusia pada umumnya, yang mana sebab-sebab kemampuan itu berasal dari meta energi yang tidak tampak kasat mata. Seperti energi listrik, meta energi hanya bisa dibuktikan dengan gejala-gejala yang ditimbulkan atau dengan pengamatan mata batin. Dalam prakteknya, Ilmu Spiritual sering digabungkan dengan keyakinan agama atau kebudayaan masyarakat setempat dimana Ilmu Spiritual itu berkembang.

Ciri- ciri seseorang yang dapat dikatakan telah memiliki tingkat kehidupan spiritualisme yang tinggi dan mantap dapat diketahui dari hal sebagai berikut: 
1. Senantiasa dapat mengendalikan pikirannya hanya terhadap hal-hal yang dapat mengarahkannya menemukan pencerahan.
2. Seluruh indriyanya terkendali, karena Panca Indriya dapat memberikan pencitraan terhadap pola prilaku seseorang. 
3. Dapat mengendalikan keinginan yang berlebihan dari obyek-obyek material dan sensual.
4. Ia senantiasa dapat mengendalikan diri dan selalu sabar dalam menghadapi tantangan hidup dalam kehidupannya.
5. Pikirannya selalu terpusat kepada tujuan tertinggi, yaitu terbebas dari belenggu samsara.
6. Setiap hari senantiasa menjaga kemurnian diri dengan selalu hidup bersih baik secara fisik maupun mental spiritual.
7. Memiliki perasaan welas asih terhadap semua mahluk, tanpa ada pembedaan di antara mereka.
8. Hidup tenang, tidak terpengaruh oleh pasang–surutnya gelombang kehidupan.
9. Hidup tentram karena telah dapat menciptakan kedamaian dalam hidupnya.

Sumber :

https://nezfine.wordpress.com/2010/05/05/pengertian-spiritual/

http://artadharma.blogspot.co.id/2011/03/apa-itu-spiritual.html?m=1


Minggu, 15 Maret 2015

DEFINISI KREATIFITAS TEORI KREATIVITAS & ARTIKEL PRODUK

IDEFINISI KONSEPSIONAL DAN OPERASIONAL KREATIVITAS

- DEFINISI KONSEPSIONAL
konsepsional adalah suatu pemikiran umum yang menggambarkan hubungan antara konsep konsep khusus yang akn menentukan variabel variabel yang akan saling berhubungan.istilah konsepsional merupakan pengarah atau pedoman yang lebih konkrit.sehingga diperlukan definisi operasional

- DEFINISI OPERASIONAL
operasional adalah petunjuk atau cara kerja bagi si peneliti dalam mengumpulkan semua data-data yang diperlukan selama penelitian berlangsung selain itu operasional ini juga dapat menentukan suatu masalah tersebut dapat di teliti atau tidak, 

kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk berpikir,mengembangkan serta menciptakan konsep-konsep maupun gagasan baru. jadi operasional kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam mengembangkan konsep-konsep tersebut sehinggah bisa di terapkan dalam melakukan suatu penelitian.


DEVINISI KREATIVITAS MENURUT CLARK

Devinisi Kreativitas menurut Clark (dalam Basuki, 2010) : 
Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986.


TEORI KREATIVITAS MENURUT PARA AHLI

a.     Teori Freud
Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
Macam mekanisme pertahanan:
- Represi                    - regresi
- Konpensasi            - Proyeksi
- Sublimasi                - Pembentukan reaksi
- Rasionalisasi         - Pemindahan
- Identifikasi              - Kompartementalisasi
- Introjeksi

B.     Teori Ernst Kris
Erns Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif. Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar.
Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bias “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masala-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka m ampu malihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego)

C.     Teori Carl Jung
Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

D.     Teori Maslow
Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
Kebutuhan tersebut adalah:
-            Kebutuhan fisik/biologis
-            Kebutuhan akan rasa aman
-            Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
-            Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
-            Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
-            Kebutuhan estetik

Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight)

E.     Teori Rogers
Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
-            Keterbukaan terhadap pengalaman
-            Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
-            Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.
Apabila seseorang memiliki ketiga cirri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau kondisi tersebut uga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.

F.    Teori Cziksentmihalyi
-            Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
-            Minat pada usia dini pada ranah tertentu. Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
-            Akses terhadap suatu bidang adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/ mentor dalam bidang yang diminati   sangat membantu pengembangan bakat.




ARTIKEL TENTANG PRODUK KREATIF YANG SEDANG BOOMING


KELEBIHAN DAN KE KURANGAN IPHONE 6

TabloidHape.com - Setelah sebelumnya kami telah membahas tentang harga iphone 6 yang bisa anda baca di artikel kami yang berjudul inilah Spesifikasi Dan Harga Resmi Apple iPhone 6 kini pada artikel ini kami akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan iPhone 6 tersebut yang dimana banyak dari pembaca kami menanyakan perihal spesifikasi serta kekurangan dan kelebihan iphone 6 ini.

Pihak apple tentunya tidak sembarangan dalam membuat hanphone terbarunya tersebut, karena pada dasarnya handphone keluaran brand terkenal sekelas apple tidak kan mungkin memberikan produk yang akan mengecewakan untuk konsumen mereka, begitupun dengan produk iPhone 6 ini, dibalik spesifikasinya yang sedikit mengecoh konsumen tersirat fitur dan kualitas yang sangat mumpuni dikelasnya, bayangkan saja, dalam spesifikasi iPhone 6 tertera bahwa prosesor yang digunakan adalah prosesor Dual-core, untuk orang awan menengar kata dual-core saja mereka sudah pasti skeptis bukan? namun sebenarnya dual core yang digunakan pada handphone iPhone 6 ini tidaklah sama dengan dual-core prosesor yang digunakan oleh handphone lainnya, lalu? baca artikel ini hingga selesai maka ana akan tahu bagaimana iPhone 6 ini bekerja dan apa saja kelebihannya.

Kekurangan iPhone 6 sebenarnya terletak pada tidak adanya kartu memori eksternal yang digunakan di handphone besutan apple tersebut, yup, itulah salah satu dari kekurangan iPhone 6 yang paling fatal menurut kami, pasalnya dengan hanphone canggih seperti itu yang didukung dengan berbagai macam fitur yang bisa menguras memori internal maka menurut kami penggunaan memori eksternal sangatlah penting, apalagi jika konsumennya adalah pengguna yang sering atau senang melakukan foto melalui kamera handphone, apa jadinya jika pengguna tersebut tidak secara rutin membackup file-file yang ada didalam handdphone iPhone 6 nya tersebut?

Kelebihan iPhone 6 sendiri terletak pada penggunaan fitur, prosesor, serta layar yang merupakan faktor-faktor penting penunjang kinerja dan kenyamanan suatu handphone untuk digunakan, tentuny anda pasti sudah tidak sabar untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari iPhone 6ini bukan? oke tanpa basa-basi lagi kami akan membahasnya, so bacalah artikel ini hingga usai.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN IPHONE 6

KELEBIHAN IPHONE 6

Jaringan
Jaringan yang digunakan pada iPhone 6 ini termasuk dalam salah satu handphone yang mendukung semua jaringan yang ada saat ini, 2G, 3G dan 4G kesemua jaringan tersebut aa didalam handphone terbaru dari apple ini, dengan demikian anda tidak perlu khawatir tentang masalah ini karena spesifikasi dari jaringan iPhone 6 sendiri sudah sangat mumpuni dengan rincian sebagai berikut:

2G Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
3G Network HSDPA 850 / 900 / 1700 / 1900 / 2100
4G Network LTE 700/800/850/900/1700/1800/1900/2100/2600

Layar
Meskipun layar yang digunakan pada handphone ini tidak seperti ekpektasi sebelumnya yaitu, menggunakan layar safir namun tetap saja layar dari apple iPhone 6 ini masih berada dalam jenis layar kelas atas, pasalnya layar yang digunakan pada handphone besutan apple tersebut menggunakan layar dengan tipe LED-backlit IPS LCD, capacitive touchscreen, 16M colors yang dimana kelebihan dari layar jenis LED-backlit adalah sebagai berikut:

- Menghasilkan gambar dengan lebih kontras dan dinamis
- Bisa sangat tipis (beberapa layar kurang dari 0,5 inci (0.92 cm)
- Menawarkan warna yang lebih luas gamut (ketika RGB-LED backlighting yang digunakan)
- Menghasilkan lebih sedikit polusi lingkungan
- Memiliki rentang hidup lebih lama
- Memiliki (biasanya) 20 sampai konsumsi daya 30-persen lebih rendah
- Secara signifikan lebih ringan.

Kamera
meskipun kamer iPhone 6 ini hanya 8 MP namun spesifikasi kamera dari handphone besutan apple ini menggunakan kamera 1,5 mikron dan ƒ / 2.2 aperture, yang ditambah dengan fitur-fitur canggih sehingga bisa capture 1080p HD 60 fps dan 240-fps slo-mo, tentu saja dengan hasil yang mumpuni tersebut video yang dihasilkan handphone ini begitu ciamik, dan berikut adalah sample foto yang menggunakan kamera 8 MP iPhone 6 :


Prosesor
Meskipun hanya berlabel dual-core namun prosesor apple A8 yang digunakan didalam handphone iPhone 6 ini sangat garang, hal itu diklaim pihak apple bahwa iPhone 6 ini lebih cepat 50% dari iPhone 5 dari performa CPU dan 84% lebih cepat dari performa GPU iPhone 5, dan bukan hanya itu prosesor iPhone 6 yaitu apple A8 juga diklaim lebih hemat baterai, ari ata yang masuk ke meja redaksi kami bahwa baterai iPhone 6 ini mampu bertahan selama Up to 10 jam ketika ipakai browsing menggunakan jaringan 4G LTE, berikut adalah data dari prosesor apple A8:

Fitur
Dalam hanphone terbaru dari apple ini memiliki banyak fitur canggih diantaranya adalah Fingerprint sensor (Touch ID), Apple Pay (Visa, MasterCard, AMEX certified), Shatter proof glass, oleophobic coating, Display Zoom dan lain lain, hal ini membuktikn bahwa handphone dari apple yang diberi nama iPhone 6 ini memang termasuk dalam salah satu handphone tercanggih tahun ini, banyak fungsi yang berguna dari fitur-fitur canggih tadi seperti Fingerprint sensor (Touch ID) yng berguna sebagai salah satu sensor untuk security handphone tersebut, tentunya dengan penggunaan security berbasis fingerprint ini maka handphone iPhone 6ini menjadi salah satu handphone dengan security terbaik saat ini.

KEKURANGAN IPHONE 6

Tidak ada slot memori eksternal
Memori eksternal adalah sebuah unsur penting sebenarnya dalam suatu handphone, namun sayangnya pihak apple tidak memberikan slot memori eksternal untuk handphone ini, namun berkaitan dengan hal itu pihak apple pun sudah membuat antisipasinya sendiri, karena jika kita melihat dari spesifikasi memori internal dari iPhone 6 yang begitu besar 16/64/128 GB maka kami rasa penggunaan memori eksternal untuk handphone besutan apple ini khususnya tidaklah terlalu perlu, dengan kapasitas memori internal yang melimpah anda bisa dengan leluasa menyimpan file-file penting anda, namun jangan lupa untuk rajin membackup file-file tersebut, karena untuk mencegah hal yang tidak diinginkan maka sebaiknya kita rajin membackup file-file yang berapa di handphone, baik itu ada memori eksternalnya ataupun tidak ada.

Non-removable baterai
Hal ini juga menjai salah satu faktor kekurangan dari iPhone 6 menurut kami, karena dengan tidak bisa di lepasnya baterai dari iPhone 6 ini maka akan sangat menyulitkan kita sebagai pengguna jika suatu saat nanti baterai dari handphone tersebut mengalami kerusakan, karena seperti yang kita ketahui bahwa umur ari sebuah baterai handphone pasti ada batasannya.

Sumber: 
http://www.tabloidhape.com/2014/09/Kelebihan-Dan-Kekurangan-iPhone-6.html?m=1

Tanggapan dan kesimpulan : 
Menurut saya pada era moderen seperti ini teknologi berkembang dengan sangat pesat. Terutama smartphone. Dan hampir semua orang disini menggunakan smartphone. Maka perusahaan-perusahaan bersaing sekreatif mungkin untuk membuat produk mereka menjadi nomor satu. Begitu jg denggan Apple setiap ponsel tentu memiliki kelebihan masing-masing tapi apple selalu berhasil menarik konsumen untuk menggunakan produknya walaupun harus dibayar dengan harga yang relatif tinggi konsumen tetap merasa puas karena apple selalu dapat memuaskan konsumennya dengan inovasi2 terbarunya.



"Anak laki-laki menunjukan kreatifitas yang lebih besar dari anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-anak"

Menurut saya setelah membaca dari berbagai macam sumber statment diatas dapat dikatakan benar karena cara kerja otak perempuan dan laki-laki tidak sama. otak kiri berperan dalam cara berfikir anak perempuan dan laki-laki justru lebih mengandalkan otak kanan. yang spesifikasinya lebih ke kreatif. dan anak laki-laki biasanya lebih di prioritakan untuk mandiri dibanding anak perempuan, dan didesak oleh lingkungan sekitarnya. Selain itu perbedaan perlakuan terhadap anak laki-laki dan anak perempuan juga berpengaruh Anak laki-laki cenderung diberi kesempatan untuk mandiri, didesak oleh teman sebayanya untuk lebih mengambil resiko dan didorong oleh para orangtua dan guru untuk lebih menunjukkan inisiatif dan orisinalitas dibandingkan dengan anak perempuan.

Reanne Adhitta Putri
1PA17

Rabu, 19 November 2014

Manusia Dan Penderitaan

Penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Penderitaan itu ada tiga macam yaitu penderitaan yang dialami secara lahir (fisik), penderitaan yang dialami secara batin (mental/ psikologis), dan yang ketiga gabungan dari penderitaan lahir dan penderitaan batin (fisik dan psikologis). Tentu saja penderitaan tidak akan mucul jika tidak ada yang menyebabkannya untuk muncul. Disini saya akan lebih membahas tentang penderitaan yg di akbiatkan oleh bencana alam 

Banyak bencana alam yang terjadi diindonesia. Salah satu bencana yang sering terjadi adalah banjir hampir di setiap tempat di negara kita pernah merasakan banjir salah satunya yaitu ibu kota kita Jakarta. Banjir adalah salah satu bencana alam yang mengakibatkan penderitaan.
 Contohnya: 
-Mulai dari tersendatnya aktivitas 
-Harta benda yang rusak dan hilang
-Berbagai macam penyakit yang berpotensi diderita saat banjir melanda
-Harus mengungsi untuk beberapa waktu
-Kekurangan makanan
-Tempat pengungsian yang kadang kurang layak
-Dll

Penyebab terjadinya bencana alam adalah hubungan tidak baik antara manusia dengan Alam yang mengakibatkan bencana, kurangnya kesadaran manusia untuk merawat alam dan bahkan manusia yang sengaja merusak alam. Kembali kebanjir, banjir sering terjadi karena ulah manusia tersebut. Masih banyak manusia2 yang tidak memperhatikan keadaan alam, dari mulai membuang sampah sembarangan sampai melakukan penebangan liar. Dan pada akhirnya manusia sendiri juga yg merasakan penderitaan karena perbuatan manusia-manusia lainnya.

Dalam mengahadapi suatu bencana dan penderitaan ada baiknya manusia berfikir positif. Berpikir positif merupakan suatu cara berpikir yang lebih menekankan pada hal-hal yang positif, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun situasi yang dihadapi. Setiap pikiran positif akan melihat setiap kesulitan dengan cara yang gambling dan polos serta tidak mudah terpengaruh sehingga menjadi putus asa oleh berbagai tantangan ataupun hambatan yang di hadapi. Individu yang berpikir positif selalu di dasarkan fakta bahwa setiap masalah pasti ada pemecahan dan suatu pemecahan yang tepat selalu melalui proses intelektual yang sehat.

Membentuk sikap positif terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan akan membuat seseorang melihat keadaan tersebut secara rasional, tidak mudah putus asa ataupun menghindar dari keadaan tersebut, tetapi justru akan mencari jalan keluarnya. Berpikir positif berkaitan dengan perhatian positif (positive attention) dan juga perkataan yang positif (positive vernalization). Kita juga harus selalu yakin bahwa setiap penderitaan yang kita alami datang dari Tuhan Y.M.E. dengan hidup lebih berserah diri dan yakin akan kebesaran tuhan ,segala derita yang kita pikul juga bisa lebih terasa ringan.

Dan menurut saya ada beberapa solusi untuk menghindari bencana dan penderitaan tersebut yaitu membuang sampah pada tempatnya, karena sampah yang menggunung jelas ulah manusia. Jika saja menusia tdak membuang sampah sembarangan dan memiliki pengetahuan lebih tentang daur ulang sampah maka tidak akan tejadi tumpukan sampah dimana-mana.

Senada dengan sampah,kurangnya daenrah resapan air juga dikarenakan ulah manusia yang menebang poon secara liar,sedikit demi sedikit hutan di indonesia akan habis karena terus menerus ditebang demi kepentingan beberapa orang bertangan jahil.

Karena itu solusi paling tepat untuk menghindari bencana adalah memulaiya dari kesadaran dalam diri masing-masing individu untuk behenti melakukan tindaan-tindakan yang mampu memacu terjadinya suatu bencana yang pada akhirnya menyebabkan penderitaan. 

Dan sikap saya sebagai warga indonesia jelas saya begitu miris melihat bencana yang terus terjadi di Negara kita tercinta ini. Namun seperti yang saya utarakan sebelumnya,bahwa banyak penyebab bencana itu datang dari manusia yang hanya mementingkan diri sendiri.

Bencana alam sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam,manusia, dan atau oleh keduanya dan menyebabkan korban manusia, penderitaan, kerugian,kerusakan sarana dan prasarana lingkungan dan ekosistemnya serta menimbulkan gangguanterhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat. Maka dari itu saya sangat menyarankan kepada kita semua warga negara indonesia agar lebih menjaga alam kita ini dan memperbaikin hubungan buruk kita dengan alam supaya tidak lagu terjadi banyak bencana yang akhirnya menjadi penderitaan untuk kita sendiri.