Contoh kasus :
Rahma adalah siswa SMA Negeri favorit di Jakarta. Dia anak yang cerdas dengan kelebihan pada mata pelajaran eksakta yang diatas rata-rata, namun rahma memiliki keterbatasan secara fisik, yakni kakinya tidak sempurna atau pincang. Kepincangan kaki rahma akibat kecelakaan motor yang terjadi pada saat rahma SMP. Hal ini yang mengusik cita-citanya untuk menjadi polwan di kemudian hari. Di lingkungan yang baru ini (SMA), rahma seringkali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya, diolok-olok “pincang”, disakiti dan dijauhi. Dengan kondisi seperti ini, rahma hanya mau bergaul dengan orang yang dianggapnya nyaman untuk dirinya dan dengan orang-orang yang mau mendekatinya. Dengan berbagai permasalahan tersebut tentu sangat mempengaruhi keadaan psikologis rahma yang sempat berencana untuk berhenti sekolah.
Konselor menciptakan suasana konseling senyaman mungkin supaya membuat klien bisa mengungkapan dan mengkomunikasikan penerimaan, respek dan pengertian serta berbagai upaya untuk meyakinkan klien supaya bisa menumpahkan segala persaannya dengan jujur, serta mendorong klien secara perlahan-lahan pada pemahaman terhadap apa yang ada dibalik itu semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar